Aku Hanya Ingin Ibuku Kembali Padaku 2

Tiba-tiba pandangan ku buyar sekarang aku berada di atas sofa, dihadapanku terlihat bibi yang marah-marah padaku, ternyata itu semua hanya mimpi dan tidak nyata, itu semua juga tidak akan pernah terjadi padaku. ” Bagus bukannya menunggu  abangmu pulang kau malah enak tidur, kau tau tadi malam abangmu tidur di luar ia kedinginan itu akibat kecerobohan yang kau buat, sekarang sudah pagi!” ucap bibi keras.Aku hanya diam tidak terasa, padahal aku baru sebentar mendatangi mimpi ku yang indah.Tanpa kusadari air mataku menetes deras, “kenapa kau menagis, ayo ikut aku!” Aku ditarik keras menuju gudang, aku dilempar ke arah kotak yang berserakan.”Satu hari ini kau tidak boleh kemana-mana, awas saja jika kau mencoba untuk keluar dari sini! Ingat itu baik-baik!!” ucap bibi sambil menutup dan mengunci pintu dengat kuat.

Aku menangis tak tau apa yang harus kulakukan, bagaimana masa depan ku kelak?, apakah aku sanggup tanpa ibu di sampingku? Hari ini aku tidak merasa lapar, syukurlah semoga akan terus seperti ini sampai hukumanku selesai.Tiba-tiba suara ketukan pintu menghentikan tangisku,”siapa?” tanyaku. ”Ini bang Ri, Fani  kenapa ?”. ”Oh…bang Ri tadi malam Fani ketiduran padahal bibi menyuruh Fani tunggu bang Ri pulang makanya bang Ri jadi tidur di luar. ”Jawabku sedikit lemas. Pintu terbuka terlihat bang Ri membawa plastik besar lalu bang Ri menutup dan mengunci kembali pintu gudang, Fani terlihat heran tapi setelah berbicara panjang lebar ternyata bang Ri terpaksa berbohong pada bibi, ia bilang mau pergi ke kampus padahal hari ini bang Ri tidak masuk kuliah, ia bisa membuka pintu karena bang Ri dan kak Vio punya kunci masing-masing tapi semalam bang Ri lupa membawa kuncinya.

Siang ini bang Ri membawakanku makanan enak dan selimut kecil untuk tidur siang, ia juga berniat menemaniku sampai sore, setelah kami selesai makan, aku membereskannya sementara bang Ri merapikan tempat tidurku ia melapisi lantai dengan kardus lalu dilapisi lagi dengan selimut yang ia bawa. Aku bersyukur masih ada yang menyayangiku disini.

”Apa ini ? Kok ada buku besar di kamarku?  buka ah!” Ucapku terheran-heran.Saat ku buka aku sangat kaget karena itu adalah buku albumku, buku itu berisi banyak foto dari saat aku baru lahir sampai umurku 5 tahun ada foto ibu dan ayah ku, aku tau itu fotoku karena ada nama, umur, dan tempat yang tertulis di bawah foto.Setelah lama kupandangi foto keluargaku di halaman terakhir ada sebuah tulisan sederhana yang membuatku menangis keras, yaitu.cerita

Tak peduli siapa yang menempel tulisan itu atau pun yang memotret foto-foto di buku besar itu, tapi kali ini aku benar-benar senang melihat tulisan itu tapi, tetap saja ada rasa sedih di dasar hati yang paling dalam.

Tiba-tiba aku tersentak, lagi-lagi mimpi aku pikir itu nyata dan sampai sekarang aku masih tidak mengerti dengan mimpiku yang sebelumnya dan mimpiku kali ini, ya ampun aku benar-benar bingung.Ku lihat sekelilingku sepertinya sudah sore dan aku masih berada di gudang, bang Ri sudah tidak ada di dalam gudang hanya ada satu kotak nasi yang lengkap dengan lauk pauk, sayuran, dan buah lalu diatas kotak itu ada secarik kertas yang tertulis “Fani ini nasi kotak nya dimakan ya untuk nanti malam supaya Fani gak lapar, bang Ri gak bisa temani Fani sampai malam karena takut ketahuan…”

Setelah membaca itu Fani langsung menyimpan kertas itu, lalu duduk bersandar di dinding meratapi  nasibnya sekarang, betapa malangnya nasib Fani, ia kesepian, hilang beribu juta mimpi yang dulu sangat diinginkan walau seperti itu Fani tetap berdoa agar masa depannya cerah dan tidak seperti hidupnya yang sekarang.Selesai makan malam Fani mulai mengantuk, tetapi saat Fani hampir terlelap tiba-tiba saja pintu gudang terbuka dengan keras hingga mengejutkan Fani, ternyata itu bibi.”Hukumanmu telah selesai, cepat pergi kekamarmu! Awas ya jika kau mengulang perbuatanmu bibi tidak akan mengampunimu! ”Bibi langsung pergi meninggalkan Fani.

Fani langsung membereskan gudang dan cepat tidur pasti besok banyak pekerjaan yang ia dapat, karena hari ini ia sama sekali tidak bekerja. Keesokan harinya, “Fani! Cepat cuci baju ku!, besok aku mau memakainya!” teriak kak Vio, padahal hari masih pagi tapi tanpa sarapan Fani sudah di suruh mencuci, karena kepolosan Fani si gadis kecil itu ia tetap mencuci nya. Tidak lama kemudian bibi juga berteriak tentang hal yang sama, akhirnya Fani juga mencucinya, setelah selesai mencuci Fani juga harus menyapu semua ruangan di rumah besar itu, setelah itu baru Fani akan sarapan.

“Bersambung….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s