0

Happy Eid Al-Adha

Happy Eid Al-Adha!! for all

Today I sat quietly in the living room chair heard the exclamations of the mosque, my mouth slowly moved to follow the call and gradually became a strong shout, this morning the atmosphere is cool, despite having to hear the unpleasant scream from the kitchen, who else shout if not ummi, it’s because of my fault too .. because waking up late, no wonder is … if ummi angry.
Idul adhakali this I want to change become better and have many friends hopefully ..
Up here first ya .. because want to go to grandma’s house, actually last night I desperately lie on to write a story, but not got a post … insyaallah senin already exists ..
Wish me the best … for me

Thanks! ><

Iklan
0

Visit The Library

Today I read a lot of books in the library, the books there are so many abysmal. I was puzzled to read which one, but after picking out a book I saw an interesting book in the back of the library, and I admit it was the most interesting book of all books I ever read, I finally borrowed the book from the library and Take it home.
After I got home I immediately opened the book and kept reading it, until I forget to pray maghrib (hehehe) 🙂
Today I was very lucky to visit the library, because I can freeze the book “Gray and Orange The Twilight”
Someday I’ll go back and find the second version, I really like to read comic books, but the novels must also be … The comic book is very exciting and I feel like to show the book to everyone that the book is a very book Interesting …
Thank you for taking the time to read my short article ..
perpustakaan

0

Besok Ulang Tahunku

Besok adalah hari yang sangat ku tunggu, tapi gak juga sih.. Karena besok adalah hari ulang tahunku, tahun ini aku hanya berharap bisa menemukan jalan hidup yang benar, dan mewujudkan cita-cita, sebenarnya ulang tahun itu buruk juga, karena aku paling malu kalau orang ngucapin “Selamat ulang tahun ya Ul..” entah kenapa bisa malu begitu yang jelas itu dari dulu. Oke lah, cukup sampai  di sini aja untuk minggu ini (karena lagi malas nulis, ini aja disuruh dulu baru mau kirim cerita) yang penting, doakan saja yang terbaik yaaa 🙂

0

Aku Hanya Ingin Ibuku Kembali Padaku 2

Tiba-tiba pandangan ku buyar sekarang aku berada di atas sofa, dihadapanku terlihat bibi yang marah-marah padaku, ternyata itu semua hanya mimpi dan tidak nyata, itu semua juga tidak akan pernah terjadi padaku. ” Bagus bukannya menunggu  abangmu pulang kau malah enak tidur, kau tau tadi malam abangmu tidur di luar ia kedinginan itu akibat kecerobohan yang kau buat, sekarang sudah pagi!” ucap bibi keras.Aku hanya diam tidak terasa, padahal aku baru sebentar mendatangi mimpi ku yang indah.Tanpa kusadari air mataku menetes deras, “kenapa kau menagis, ayo ikut aku!” Aku ditarik keras menuju gudang, aku dilempar ke arah kotak yang berserakan.”Satu hari ini kau tidak boleh kemana-mana, awas saja jika kau mencoba untuk keluar dari sini! Ingat itu baik-baik!!” ucap bibi sambil menutup dan mengunci pintu dengat kuat.

Aku menangis tak tau apa yang harus kulakukan, bagaimana masa depan ku kelak?, apakah aku sanggup tanpa ibu di sampingku? Hari ini aku tidak merasa lapar, syukurlah semoga akan terus seperti ini sampai hukumanku selesai.Tiba-tiba suara ketukan pintu menghentikan tangisku,”siapa?” tanyaku. ”Ini bang Ri, Fani  kenapa ?”. ”Oh…bang Ri tadi malam Fani ketiduran padahal bibi menyuruh Fani tunggu bang Ri pulang makanya bang Ri jadi tidur di luar. ”Jawabku sedikit lemas. Pintu terbuka terlihat bang Ri membawa plastik besar lalu bang Ri menutup dan mengunci kembali pintu gudang, Fani terlihat heran tapi setelah berbicara panjang lebar ternyata bang Ri terpaksa berbohong pada bibi, ia bilang mau pergi ke kampus padahal hari ini bang Ri tidak masuk kuliah, ia bisa membuka pintu karena bang Ri dan kak Vio punya kunci masing-masing tapi semalam bang Ri lupa membawa kuncinya.

Siang ini bang Ri membawakanku makanan enak dan selimut kecil untuk tidur siang, ia juga berniat menemaniku sampai sore, setelah kami selesai makan, aku membereskannya sementara bang Ri merapikan tempat tidurku ia melapisi lantai dengan kardus lalu dilapisi lagi dengan selimut yang ia bawa. Aku bersyukur masih ada yang menyayangiku disini.

”Apa ini ? Kok ada buku besar di kamarku?  buka ah!” Ucapku terheran-heran.Saat ku buka aku sangat kaget karena itu adalah buku albumku, buku itu berisi banyak foto dari saat aku baru lahir sampai umurku 5 tahun ada foto ibu dan ayah ku, aku tau itu fotoku karena ada nama, umur, dan tempat yang tertulis di bawah foto.Setelah lama kupandangi foto keluargaku di halaman terakhir ada sebuah tulisan sederhana yang membuatku menangis keras, yaitu.cerita

Tak peduli siapa yang menempel tulisan itu atau pun yang memotret foto-foto di buku besar itu, tapi kali ini aku benar-benar senang melihat tulisan itu tapi, tetap saja ada rasa sedih di dasar hati yang paling dalam.

Tiba-tiba aku tersentak, lagi-lagi mimpi aku pikir itu nyata dan sampai sekarang aku masih tidak mengerti dengan mimpiku yang sebelumnya dan mimpiku kali ini, ya ampun aku benar-benar bingung.Ku lihat sekelilingku sepertinya sudah sore dan aku masih berada di gudang, bang Ri sudah tidak ada di dalam gudang hanya ada satu kotak nasi yang lengkap dengan lauk pauk, sayuran, dan buah lalu diatas kotak itu ada secarik kertas yang tertulis “Fani ini nasi kotak nya dimakan ya untuk nanti malam supaya Fani gak lapar, bang Ri gak bisa temani Fani sampai malam karena takut ketahuan…”

Setelah membaca itu Fani langsung menyimpan kertas itu, lalu duduk bersandar di dinding meratapi  nasibnya sekarang, betapa malangnya nasib Fani, ia kesepian, hilang beribu juta mimpi yang dulu sangat diinginkan walau seperti itu Fani tetap berdoa agar masa depannya cerah dan tidak seperti hidupnya yang sekarang.Selesai makan malam Fani mulai mengantuk, tetapi saat Fani hampir terlelap tiba-tiba saja pintu gudang terbuka dengan keras hingga mengejutkan Fani, ternyata itu bibi.”Hukumanmu telah selesai, cepat pergi kekamarmu! Awas ya jika kau mengulang perbuatanmu bibi tidak akan mengampunimu! ”Bibi langsung pergi meninggalkan Fani.

Fani langsung membereskan gudang dan cepat tidur pasti besok banyak pekerjaan yang ia dapat, karena hari ini ia sama sekali tidak bekerja. Keesokan harinya, “Fani! Cepat cuci baju ku!, besok aku mau memakainya!” teriak kak Vio, padahal hari masih pagi tapi tanpa sarapan Fani sudah di suruh mencuci, karena kepolosan Fani si gadis kecil itu ia tetap mencuci nya. Tidak lama kemudian bibi juga berteriak tentang hal yang sama, akhirnya Fani juga mencucinya, setelah selesai mencuci Fani juga harus menyapu semua ruangan di rumah besar itu, setelah itu baru Fani akan sarapan.

“Bersambung….”

2

Ada Enaknya Ada Enggaknya

Apa sih enaknya jadi pendek ?  Enakan tinggi tapi itu menurut ku ya… Karena aku suka memakai sepatu tinggi, aku sering dikira umur 17 tahun? Aku belajar apa itu cinta? gimana ya ceritanya??? Ayo simak cerita di bawah ini…

***

Belakangan ini aku dan keluarga sering menghabiskan waktu di luar “yah.. gak juga sih” tapi itulah yang seru, karena sebentar lagi libur sekolah habis banyak perlengkapan sekolah yang harus di persiapkan apalagi kalau SMP pasti aku mau tas baru dan beragam benda baru yang unik “hehehe.. jangan di contoh ya” saat lebaran ketiga keluarga besar nenek dari ummi mengadakan arisan keluarga siang hari kami berangkat menuju lokasi bersama-sama, saat tiba di lokasi ternyata masih sepi hanya ada nenek dan opung yang datang lebih cepat dari pada kami. Salam-salaman dulu sebelum duduk. Setelah itu kami disuguhi segelas es semangka dingin dan memakan beberapa macam kue lebaran, aku langsung membuka toples kembang goyang dan itu aja yang aku suka. Selesai makan siang  tamu pun mulai berdatangan, di dalam rumah semakin ramai ummi memutuskan untuk keluar rumah.

Kami pun ikut keluar, karena di dalam ramai, dan panas. Aku memilih untuk tiduran di sofa dan yang lain asyik main, ngantuk tapi berisik, akhirnya akumemilih untuk duduk, tiba-tiba ada dua orang adek-adek  laki-laki yang seenaknya lewat di atas meja sambil lari-lari.. “huuhh!!” jujur ya kalau liat gitu aku marah tapi takutnya nangis, taulah anak kocik. Melamun sebentar memikirkan sesuatu.. ehh tiba-tiba 2 orang anak tadi udah berdiri di sampingku, aku melihatnya dengan tatapan yang tidak sedap dan tidak menghiraukannya, mereka semakin maju ke arah ku, tatapanku semakin tajam. Lalu mereka bilang padaku “buk awas lah buk…” apa!! “B.U.K” aku itu masih SMP, perasaan ku saat itu antara mau ketawa dan marah. Aku mengalah. Aku beri mereka jalan dan kembali melompat di sofa dan meja. Bukan cuma itu  karena merasa tersinggung aku pinda ke sofa yang ada di pojokan, sambil minum air putih dan duduk santai tanpa kusadari sebuah benda berbentuk telur yang keras mendarat tepat dimata kananku. “Aduh.. Mimpi apa aku semalam…” mataku sakit dan berair, tapi aku tidak menangis. Hanya saja aku kaget karena benda itu mendarat sangat keras, karena adikku mengetahui itu aku langsung mengangkat mainan tersebut tinggi-tinggi,

“punya siapa ini!!!” ucap ku marah.

“itu punya adek-adek yang pake baju abu-abu, yang tadi lari-lari di atas meja” jawab Ammar.

“Ooohh.. Liat aja nanti”

Tulangku yang duduk di depanku pun kaget dan tidak menyangka bahwa aku yang terkena benda melayang itu. Aku melihat anak itu diam-diam, karena ia sibuk mencari mainan nya. Karena marah langsung saja aku melempar mainan itu dan sasarannku tepat mengenai kakinya. Anak itu menangis. Sementara aku tertawa terpingkal-pingkal “hahhahhaha”

Eits.. tapi bukan cuma itu, saat perjalanan pulang aku menyadari bahwa aku jahat sekali. Tapi itu sudah terjadi mau bilang apa lagi.. Jujur ya aku sangat tersinggung saat aku di bilang “IBU” mungkin karena itu aku tega berbuat hal seperti itu.

Beberapa hari kemudian kami menghabiskan waktu di gramedia Sun Plaza. Aku sangat senang jika pergi ke gramedia, apalagi berenang. Tapi saat sampai disana aku bingung mau membeli buku apa, saat aku menoleh ke belakan dan menemukan buku miiko 29, ingin sekali aku membacanya, aku pun pergi menuju rak buku itu tapi buku itu tak dapat ku raih karena banyak sekali anak-anak cina yang duduk beramai-ramai sambil membaca buku miiko, padahal sedikit lagi aku bisa meraihnya karena saat itu aku mengenakan sepatu ber-hak tinggi. Aku selalu mengenakan sepatu yang tinggi saat bepergian itulah sebabnya aku punya banyak sepatu atau sendal yang tinggi agar orang mengira usia ku 17 tahun, apalagi tubuhku yang tumbuh tinggi akan banyak orang yang mengira seperti itu, “hehehehe”. Tahun lalu aku dan keluargaku pergi ke gramedia Gajah Mada, biasanya aku memilih-milih buku di bagian anak-anak, sebenarnya itu membosankan. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke bagian novel, aku kira ada yang cocok untukku tapi semuanya novel hantu, aku tidak tertarik. Aku lanjut mencari di mana buku yang bagus untukku, “naah.. itu dia” gumamku. Aku senag saat menemukan novel lagi. Tapi semuanya novel tentang cinta, yaah.. aku tidak cocok membaca buku seperti itu. Saat aku hendak kembali ada kakak-kakak yang mengerumuni tempatitu sehingga sulit untuk aku kembali, dan salah satu dari mereka berkata padaku

“ish.. dek sana lah masih kecil udah baca novel gini, kami lah yang cocok baca, gak usah sok ngerti.. Ya kan woi”

“Iya hahahhahaha”

Aku diam. Memandang mereka sejenak dan pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan hatiku telah di cabik-cabik dengan kata-kata itu, aku sangat membenci mereka, golongan darahku A aku orang yang mudah tersinggung tapi sangat penyayang dan selalu perhatian. Sejak saat itu aku bertekan untuk menjadi seorang yang tinggi dan aku pun mulai menyukai sepatu tinggi (high hills). Oke kita lanjut ke inti ceritanya. Setelah melihat aku tidak bisa mengambil buku itu, aku meihat buku tentang golongan darah, hehehe dapat juga tapi karena ada buku yang sampulnya sudah terbuka lebih baik aku baca. Dan dapatlah aku membaca buku sambil berdiri. Setelah selesai membaca, Salim adikku memberi tau padaku “ada buku doraemon di sana” waah aku segera pergi menuju satu rak buku sedang yang di penuhi dengan buku doraemon, aku dan adikku adalah salah satu peminat buku doraemon kami mengoleksi buku doraemon sangat banyak. Aku membaca banyak judul buku doraemon, dan memilih buku doraemon 1, dan cerita spesial Suneo. Aku segera menyerahkan buku doraemon yang ku pilih kepada ummi. Dan lanjut untuk melihat buku yang lain di bagian novel-novel. Aku melihat novel-novel Tere Liye yang sangat aku gemari, tapi hampir semua sudah ku baca. Novel Raditya Dika juga ada, aku membaca banyak sekali novel tentang cinta (hehehehe) tapi sekedar saja. Aku tidak malu lagi untuk membaca novel itu karena merasa aku sudah tinggi dan aku tidak akan di ledek lagi.

Sepulang dari gramedia aku melihat ada 3 plastik? Kok banyak ya? Aku membuka plastik-plastik itu dan banyak sekali yang dibeli disana. Ada kanvas, cat, kuas, lego, dan buku, dari awal aku sudah mengira itu punya Ammar. Ada kaset anak, buku doraemon, sendal, crayon, dan buku gambar, dan isi plastik kedua itu milik Salim dan Nada. Dan plastik ketiga pasti milikku, ummi, dan abi. Ummi membeli alat-alat keterampilan menjahit, abi membeli komik untuk kami, dan aku ada 2 buku doraemon, 1 komik Ashari-chan, 1 komik Kobo-chan, notes pink, dan ada buku “Grey & Jingga ” sepertinya aku tidak pernah membeli buku itu, apa lagi itu adalah komik cinta tapi , karena di bagian belakang buku itu ada satu kalimat

 “Jika cinta itu terucap, maka tak akan ada kisah cinta yang berliku. Grey dan Jingga adalah bukti bahwa cinta adalah rasa yang sulit tersamar.”

Sederhana tapi maknanya dalam, buku itu di buat oleh Sweta Kartika, dan saat aku tanya sama ummi ternyata buku itu untukku, dan hal yang paling seru buku itu komik, bukunya bikin baper.

Dari buku itu aku tersadar

Cinta menumbuhkan keberanian untuk memiliki dan untuk melepaskan,

Cnta itu mengakar dan sulit tersamar

CInta itu apa adanya

Cinta itu penuh cerita dan..

Cinta mempersenyawakan dua hati

Sweta Kartika

Grey & Jingga

-The Twilight-

Menjadi seorang remaja tidak terlalu buruk yang penting taat agama dan buat kamu yang muslimah pertahankan hijabmu. Semangat terus di jalan Allah!!!

0

Rindu Untukmu…

Bulan ini telah pergi

Hilang.. Untuk beberapa saat

Hujan turun dengan derasnya..

Menghilangkan segala keluhan di bulan ini

Ya Allah rahmatmu telah turun…

Malam ini.. Kutuliskan segala rasa kerinduanku

Kepadamu ya Rabb..

Tumbuhan saja sedih..

Apalagi aku..

 

Aku akui aku tidak bisa berkata-kata

Tapi lewat ketikan ini

Akan aku buktikan kebesaranmu

Engkaulah zat yang paling mulia

Engkaulah sang maha pencipta segalanya

Engkaulah yang maha mengasihi

Terkadang aku menangis di dalam doaku

Hatiku remuk saat mengingat dosa yang ku lakukan

Aku hanyut dalam air mataku sendiri

 

Ya Allah…

Petemukanlah aku dan orang-orang yang kusayangi

Di bulan penuh berkahmu..

Aku pasti sangat merindukan suasana ini…

Tidak tahu apakah aku masih duduk memandang malam

yang dingin…